Penyebab Perut Kucing Jantan Buncit

By

Pernahkah kucing jantan kamu dikira sebagai kucing betina karena memiliki perut besar? Kalau saya pernah, karena kucing saya memiliki badan besar dengan perut yang agak buncit. Kadang saya berpikir, kenapa perutnya bisa buncit seperti itu? Ternyata oh ternyata, setelah mencari beberapa informasi dari teman atau dari internet, akhirnya saya tahu jawabannya. Berikut 5 penyebab perut kucing jantan buncit yang saya kutip dari laman situs goldenmaze.net.

1. Obesitas

Sering memberi makan secara berlebihan dapat memicu obesitas pada kucing yang membuat perut kucing membuncit. Penumpukan lemak membuat kucing memiliki tubuh yang lebih besar. Untuk membedakan kucing yang obesitas adalah kucing dengan indeks lemak tubuh lebih dari 25%.

Kalau kamu bingung, kamu bisa membuka laman royalcanin.co.uk dan membandingkan dengan kondisi kucing kamu saat ini. Kalau ingin yang praktis, silakan perhatikan gambar di bawah ini:

Gambar ilustrasi kucing dengan tubuh ideal
Gambar ilustrasi kucing dengan tubuh ideal || royalcanin.co.uk.
Gambar ilustrasi kucing obesitas || royalcanin.co.uk.

Bisa kamu lihat perbedaan bentuk kucing antara gambar 1 dan 2?

Kucing di gambar 1 memiliki badan ideal, tegap, terlihat kokoh tanpa perut buncit dan tak bergelambir. Sedangkan di gambar kedua, perut kucing lebih bergelambir, buncit dan terkesan empuk. Saat dilihat dari atas, bagian perut kucing terlihat melebar dan membulat.

Sudah dibandingkan? Bagaimana hasilnya? Sudah yakin atau justru sebaliknya dan masih bingung karena kucing kamu punya frame tubuh yang besar?

Kalau iya, coba kamu baca ciri kucing obesitas berikut dan kemudian bandingkan dengan kucing kamu:

  • Mudah lelah dan sulit untuk bernafas sehingga lebih memilih untuk tidur.
  • Memiliki kulit yang berketombe dan berminyak.
  • Malas bergerak seperti malas melompat, berlari-lari, bermain dan justru memilih untuk diam atau tidur.
  • Mengalami masalah pada saluran kencing karena susah untuk jongkok dan membersihkan anusnya.
  • Tulang rusuk yang susah untuk diraba karena tertimbun lemak.
  • Bagian tubuh lainnya, seperti leher dan kaki, juga ikut membesar.

Dari observasi tersebut, kalau hasilnya menunjukkan kucing kamu obesitas, maka kamu perlu melakukan penanganan. Kenapa? Ini karena obesitas, terutama pada kucing indoor, membuat kucing kamu menjadi lebih rentan terkena penyakit, seperti:

  • Nyeri sendi atau arthritis.
  • Diabetes mellitus.
  • Batu ginjal.
  • Gagal jantung.

Jadi, selalu cek kondisi kucing, terutama berat badannya dan sesuaikan pemberian pakan sesuai berat badan dan kebutuhan ya.

2. Kantung Primordial yang Membesar

Kantung primordial yang membesar pada kucing bisa menyebabkan perut kucing jantan membuncit. Primordial pouch ini merupakan lapisan kulit atau lemak yang berlebih yang terletak di bagian bawah dekat dengan kaki belakang. Fungsi dari bagian tubuh yang memiliki tekstur lembek ini, yaitu:

  • Melindungi organ tubuh saat kucing bertarung.
  • Membantu kucing kabur saat musuhnya memegang kantung primordial.
  • Mempermudah kucing bergerak ketika mengejar mangsa dan melompat.
  • Menyimpan cadangan makanan di perut sehingga tanpa makan sekalipun, kucing tetap bisa bertahan dan mendapatkan energi.

Kalau kamu masih bingung, di mana posisi kantung primordial atau bagaimana bentuknya, cek gambar berikut.

Penyebab perut kucing jantan buncit - Kantung primordial kucing membesar
Kantung primordial di perut kucing membesar.

Bagian kantung primordial ini kalau kamu pegang akan terasa agak lembek dan empuk. Ketika kucing kamu bergerak, kantung ini pun akan ikut bergerak.

Kenapa?

Ini karena kantung primordial cukup elastis. Semakin banyak cadangan makanan yang tersimpan, maka kantung akan semakin membesar. Jadi, tidak heran kalau banyak orang yang menganggap kantung tersebut sebagai lemak perut yang bergelambir.

Bedanya dengan perut kucing yang obesitas adalah perut kucing obesitas lebih bulat dan keras saat kamu sentuh. Jadi, bagian perutnya tidak akan ikut bergoyang ketika berjalan.  

Paham ya? Lanjut yuk ke penyebab ketiga kenapa perut kucing jantan membuncit!

3. Cacingan

Cacingan pada kucing merupakan salah satu masalah kesehatan yang paling sering ditemui. Cacingan bisa disebabkan karena infeksi cacing yang bisa berasal dari susu induk, hewan buruan, makanan, telur cacing pada kotoran. Umumnya, cacingan dialami oleh kucing outdoor, anak kucing, kucing yang baru diadopsi.

Kucing yang mengalami cacingan, sebenarnya bisa diobati seperti dengan Drontal. Sayangnya, ketika kamu terlambat menyadari dan mengobati, cacingan bisa menyebabkan infeksi dan merusak usus hingga menyebabkan kucing mati.

Kucing yang cacingan cenderung memiliki perut buncit seperti kitten ini.

Penyebab Perut Kucing Jantan Buncit - kucing cacingan
Kucing cacingan sampai perutnya buncit.

“Aduh, kucing saya seperti itu! Apa berarti kucing saya cacingan?”

Kucing yang cacingan cenderung memiliki tubuh kurus dengan perut buncit. Agar kamu lebih yakin apakah kucing kamu cacingan atau tidak, kamu perlu melakukan pengamatan lebih jauh. Cek apakah kucing kamu juga mengalami beberapa hal berikut:

  • Ada cacing di bagian dubur atau kotoran.
  • Kehilangan selera makan.
  • Mengalami penurunan berat badan.
  • Diare.
  • Bulu kusam.
  • Muntah terkadang disertai cacing.
  • Kotoran terlihat lunak dan ada darah.

Jika kucing kamu mengalami hal tersebut, maka sebaiknya kamu segera mengobati kucing kesayangan kamu. Kalau kamu kurang yakin, kamu bisa memeriksakan kucing kamu ke dokter hewan. Dengan begitu, kamu bisa tahu kondisi kesehatan kucing kesayangan dan jika pun sakit, bisa segera diobati dan sehat.

4. Perut Kembung (bloated)

Perut kembung merupakan suatu kondisi yang disebabkan karena penumpukan gas pada perut sehingga menyebabkan rasa tidak nyaman. Kondisi ini pada umumnya terjadi karena kucing terlalu bersemangat saat makan atau minum. Karena itulah, kucing yang kembung memiliki perut yang besar.

Perut kucing buncit karena kembung (bloated)
Perut kucing buncit karena kembung (bloated).

Kalau kamu perhatikan, dibandingkan kucing dewasa, anak kucing terutama yang masih menyusu cenderung memiliki perut yang menggembung. Ini karena kitten terlalu bersemangat atau bisa saja tidak ingin kalah dari saudaranya saat menyusu. Alhasil, perut menjadi kembung dan terlihat buncit.

Kondisi ini tentu menyebabkan kitten tidak nyaman. Terlebih lagi, anak kucing belum punya refleks sendawa yang bagus sehingga membuat kucing semakin tidak nyaman.

Untuk mengatasinya, kamu perlu memastikan dulu apakah kucing kamu memang mengalami perut kembung atau tidak. Kenapa begitu? Ini karena buncitnya perut kucing terlihat seperti kucing cacingan atau mengalami masalah kesehatan lainnya.

Agar lebih yakin, simak gejala berikut:

  • Perut buncit dan keras saat kamu tekan.
  • Nafsu makan berkurang.
  • Kucing menjadi pasif atau malas bergerak.
  • Kadang-kadang, kucing juga mengalami diare dan muntah.

Kalau masih belum yakin, bawa kucing kamu ke dokter hewan. Dokter hewan mungkin akan melakukan x-ray untuk mengetahui secara pasti penyebab perut buncit kucing kamu. Dengan begitu, kucing kamu akan mendapatkan pengobatan yang tepat sebelum terjadi masalah yang serius.

5. Infeksi FIP

FIP atau Feline Infectious Peritonitis merupakan penyakit kucing yang membuat perut kucing membesar secara tiba-tiba dan mematikan. Penyakit ini disebabkan oleh feline coronavirus yang menginfeksi membran peritoneum di bagian dalam usus. Infeksi tersebut menyebabkan penumpukan cairan (asites) di usus sehingga perut kucing membengkak.

Karena hal tersebut, sekilas, kucing jantan justru terlihat seperti sedang hamil. Padahal, kucing tersebut sedang mengalami infeksi FIP.

“Memang seperti apa sih kucing yang terkena infeksi FIP?”

Contohnya seperti berikut ini.

Perut-kucing-menjadi-buncit-karena-terinfeksi-Feline-Infectious-Peritonitis--(FIP)
Kucing yang terinfeksi FIP memiliki perut yang buncit.

Tanpa melihat alat kelaminnya, mungkin sebagian dari kamu menganggap kalau kucing hitam tersebut sedang hamil. Faktanya, kucing tersebut sedang mengalami infeksi FIP.

Fakta yang saya temukan, FIP kerap menjangkit kucing usia 6 bulan dan 2 tahun. Unfortunately, FIP termasuk penyakit langka dan mematikan bagi kucing. Bahkan, saat ini belum ada obat yang bisa menyembuhkan kucing dari infeksi FIP.

Maka dari itu, kamu perlu mendeteksi sejak dini gejala infeksi FIP pada kucing agar kucing kesayangan kamu segera diobati. Setidaknya, dengan obat yang dokter hewan berikan, bisa memperpanjang usia kucing kamu dan mengurangi rasa sakit yang kucing rasakan.

Lalu, apa saja gejalanya? Kucing dengan infeksi FIP memiliki gejala berikut:

  • Perut membesar dan bagian tubuh lainnya semakin kurus.
  • Lesu.
  • Berat badan menurun.
  • Demam kronis.
  • Kehilangan nafsu makan.

Di beberapa kasus, mata kucing yang menderita FIP terlihat menguning. Bukan hanya itu, kalau kamu teliti, kamu bisa saja menemukan luka di bagian leher dan kakinya.

“Bagaimana jika terlambat atau tidak diobati?”

Jika tidak segera diobati, kucing kami bisa mengalami masalah pada ginjal yang serius dan menyebabkan kucing mati. Tidak mau bukan kalau kucing kamu mengalami hal tersebut?

Untuk mencegah agar kucing kamu tidak terinfeksi FIP, maka kamu perlu melakukan vaksin saat kucing berusia 16 minggu. Selain itu, selalu cek kondisi kesehatan kucing kamu agar kucing kamu tetap dalam kondisi sehat.

So, sudah tahu ya penyebab kenapa perut kucing jantan bisa membesar bahkan terlihat seperti hamil? Kalau kamu masih bingung, ingin berdiskusi atau justru ingin menambahkan penyebab lainnya, feel free untuk menuliskannya di kolom komentar. Dengan begitu, saya, kamu dan yang lainnya bisa saling bertukar pengetahuan yang bermanfaat.

Tinggalkan komentar